Viral pramugari gadungan Batik Air: Ternyata korban penipuan loker dan menyamar demi keluarga

- Admin

Sunday, 11 January 2026 - 02:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan Khairun Nisa saat mengenakan seragam mirip pramugari Batik Air yang viral di media sosial. (Instagram)

Penampilan Khairun Nisa saat mengenakan seragam mirip pramugari Batik Air yang viral di media sosial. (Instagram)

JAKARTA: Seorang perempuan bernama Khairun Nisa viral di media sosial setelah kedapatan berpura-pura menjadi pramugari Batik Air dalam penerbangan Palembang–Jakarta.

Aksi mencengangkan tersebut terbongkar saat kru pesawat mencurigai seragam yang dikenakannya tidak sesuai standar resmi maskapai.

Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ipda Septian menjelaskan, kecurigaan muncul ketika kru menilai corak rok yang dikenakan Nisa berbeda dengan seragam pramugari Batik Air yang dikeluarkan PT Lion Grup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi itu disampaikan kepada aviation security sebelum pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, diberitakan CNN Indonesia, Kamis (8/1).

Setibanya di bandara, Nisa langsung dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Dari pemeriksaan awal, diketahui ia bukan kru maskapai, melainkan penumpang biasa yang membeli tiket dan duduk di kursi penumpang selama penerbangan dari Palembang ke Jakarta.

Nisa sempat bersikeras mengaku sebagai pramugari Batik Air. Ia bahkan sempat menunjukkan kartu identitas sebagai bukti yang ternyata sudah kedaluwarsa.

MENGAKU PRAMUGARI DEMI ORANG TUA, TERJERAT MODUS PENIPUAN

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Yandri Mono mengungkapkan latar belakang di balik aksi penyamaran tersebut. Nisa disebut nekat berpura-pura menjadi pramugari karena ingin menyenangkan hati orang tuanya.

Menurut Yandri, Nisa merupakan warga Palembang yang pada awal 2025 datang ke Jakarta dengan izin kepada ibunya untuk mendaftar sebagai pramugari. Di Jakarta, ia bertemu seseorang yang menjanjikan bisa memasukkannya menjadi pramugari dengan syarat menyerahkan sejumlah uang.

Dalam proses tersebut, Nisa diminta membayar Rp30 juta. Namun setelah uang diserahkan, orang yang menjanjikan pekerjaan itu tidak lagi bisa dihubungi.

Karena malu gagal dan tidak ingin mengecewakan orang tuanya, Nisa akhirnya mengaku sudah diterima bekerja sebagai pramugari.

Baca Juga :  BUPATI KABUPATEN NABIRE DAN KAPOLRES NABIRE SEGERA BEBASKAN 13 ORANG YANG DITAHAN PASCA KONFLIK SUMBER DAYA ALAM DI YARO KABUPATEN NABIRE

Septian menjelaskan, saat berangkat dari Palembang, Nisa bahkan diantar langsung oleh orang tuanya. Karena waktu keberangkatan mepet, ia tidak sempat mengganti pakaian yang dikenakan.

Penampilannya yang menyerupai pramugari membuatnya sempat diduga dianggap sebagai extra crew oleh petugas.

Kecurigaan kru pesawat muncul ketika Nisa terlihat gelagapan saat ditanya soal pendidikan dan diklat pramugari. Ia tidak mampu menjawab dengan meyakinkan, sehingga kru memastikan identitasnya.

Ia juga tidak mampu menjawab beberapa pertanyaan standar seputar tugas dan prosedur awak kabin. Jawaban yang tidak sinkron dengan SOP pramugari inilah yang memicu kecurigaan lebih kuat.

Tidak ketinggalan, motif rok yang dipakai Nisa juga tidak sesuai dengan standar seragam pramugari Batik Air. Dari rangkaian temuan tersebut, penyamaran akhirnya terungkap.

Yandri menyampaikan, Nisa juga sempat membuat unggahan palsu di media sosial agar keluarganya percaya bahwa dirinya telah bekerja sebagai pramugari. Aksi tersebut murni dilakukan karena tekanan psikologis dan rasa malu, bukan dengan niat jahat.

Pihak kepolisian memastikan Nisa tidak ditahan karena tidak ditemukan unsur pidana. Hanya pakaian dan barang terkait yang diamankan untuk keperluan klarifikasi. Pihak Batik Air pun disebut tidak mempermasalahkan kejadian tersebut.

Di akhir keterangannya, Yandri mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok rekrutmen pramugari. Ia menegaskan proses resmi penerimaan kru maskapai harus mengikuti aturan dan jalur yang telah ditetapkan oleh perusahaan penerbangan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polemik bendera One Piece, ini tanggapan Presiden Prabowo
Gubernur Meki Nawipa Ultimatum ASN Papua Tengah; Harus Disiplin Waktu dan Kerja Nyata di Tahun 2026
MENJAGA HUTAN PAPUA DARI EKSPANSI SAWIT
Prabowo ingin tambah lahan sawit di Papua – Siapa yang akan paling dirugikan akibat kebijakan ini?
Kementerian Imigrasi menyiapkan satu jenis paspor nasional mulai tahun 2027
KPK Panggil Lagi Pramugari Terkait Kasus Korupsi Dana Operasional Papua
Aplikasi Populer di RI Ternyata Buatan Intelijen Israel, Cek Daftarnya
Bocah Ajaib Rp 58 Triliun Resmi Pimpin Tim Super Pendiri Facebook
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 14 January 2026 - 10:45 WIT

Polemik bendera One Piece, ini tanggapan Presiden Prabowo

Sunday, 11 January 2026 - 03:21 WIT

MENJAGA HUTAN PAPUA DARI EKSPANSI SAWIT

Sunday, 11 January 2026 - 02:56 WIT

Prabowo ingin tambah lahan sawit di Papua – Siapa yang akan paling dirugikan akibat kebijakan ini?

Sunday, 11 January 2026 - 02:43 WIT

Viral pramugari gadungan Batik Air: Ternyata korban penipuan loker dan menyamar demi keluarga

Sunday, 11 January 2026 - 02:09 WIT

Kementerian Imigrasi menyiapkan satu jenis paspor nasional mulai tahun 2027

Berita Terbaru

Bisnis

8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026

Wednesday, 14 Jan 2026 - 14:44 WIT

Bandung

Breaking News! Tambang Emas di Bogor Dikabarkan Meledak

Wednesday, 14 Jan 2026 - 14:28 WIT

Bendera Jolly Roger berkibar bersama bendera Merah Putih menjelang HUT ke-80 RI di berbagai wilayah di Indonesia. (Foto: Instagram/@pndkindo)

Daerah

Polemik bendera One Piece, ini tanggapan Presiden Prabowo

Wednesday, 14 Jan 2026 - 10:45 WIT

Ko Salin Apa?