Koperasi Merah Putih: Peluang Emas atau Sekadar Janji Kosong?

- Admin

Wednesday, 11 June 2025 - 14:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarDeiyaiDuamo, Oleh: Setiawan Budi Utomo, Direktur Otoritas Jasa Keuangan

Pemerintah kita belakangan ini gemar membuat gebrakan mengejutkan. Belum reda gaung Danantara sebagai pengelola aset negara terbesar, lalu muncul program Sekolah Rakyat yang menjanjikan revolusi pendidikan akar rumput. Kini, hadir lagi program besar-besaran: pembentukan 80.000 Koperasi Merah Putih di desa-desa hingga Oktober 2025.

Angka fantastis ini sontak menyita perhatian publik. Tapi juga memunculkan tanya “apakah ini langkah nyata untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, atau sekadar euforia kebijakan yang nasibnya akan senasib dengan program-program sebelumnya, viral sesaat, lalu lenyap ditelan laporan akhir tahun?”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kita masih ingat proyek Koperasi Unit Desa (KUD) era Orde Baru. Ribuan koperasi didirikan secara top-down dengan janji kemakmuran desa, namun banyak yang mati suri, dikooptasi elit lokal, atau hanya jadi alat distribusi pupuk dan politik. Kini, sejarah seolah terulang hanya dengan nama dan branding yang lebih nasionalistik: Merah Putih.

Bisa Jadi Game Changer

Terlepas dari skeptisisme, koperasi sebenarnya punya potensi luar biasa. Di desa, koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, tetapi bisa menjadi holding entity: rumah besar yang menaungi berbagai usaha rakyat dari BUMDes, kelompok tani, nelayan, pengrajin, hingga komunitas digital kreatif. Jika dibentuk dengan benar, koperasi bisa menjadi mesin integrasi ekonomi desa yang selama ini tercerai-berai.

Model seperti ini telah berhasil di beberapa negara. Di Finlandia, koperasi pertanian bertransformasi menjadi rantai supermarket nasional. Di Jepang, koperasi nelayan menjadi eksportir tuna terbesar. Lalu, mengapa kita masih gagal mengonsolidasikannya?

Koperasi Merah Putih berpotensi menjadi inkubator UMKM desa. Dengan skema pembinaan yang terintegrasi akses modal, pelatihan keterampilan, literasi digital, dan jaringan pemasaran koperasi bisa melahirkan gelombang pelaku usaha desa yang mandiri dan berdaya saing.

Baca Juga :  Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Deiyai Dames Pekei, Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H

Bayangkan jika koperasi benar-benar berfungsi sebagai inkubator usaha desa. UMKM lokal bisa mendapat pendampingan, peningkatan kapasitas, bahkan peluang ekspor. Desa-desa tidak lagi hanya mengandalkan dana transfer pusat, tapi tumbuh dari kekuatannya sendiri. Inilah ekonomi kerakyatan sejati berbasis komunitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Namun, idealisme ini hanya bisa terwujud jika koperasi dijalankan secara profesional, jauh dari praktik asal-asalan, dan bebas dari kooptasi politik lokal. Semua ini hanya mungkin jika koperasi dikelola profesional dan dilindungi dari intervensi politik jangka pendek.

Tapi, jangan mudah puas dulu. Risiko besar mengintai. Kredit macet yang tinggi, pengelolaan koperasi yang sering asal-asalan, dan tantangan berat dari fintech serta bank digital yang makin agresif. Ini ujian nyata bagi kita semuaapakah koperasi hanya jadi “proyek pencitraan” atau benar-benar transformasi ekonomi?

Tanpa perombakan sistemik, koperasi hanya akan menjadi bangunan kosong penuh papan nama, tapi tak punya nyawa ekonomi.

Membangun Koperasi yang Profesional Digital dan Inklusif Solusi yang ditawarkan bukan sekadar pembaruan nama, tetapi pembaruan paradigma. Jika kita tak ingin mengulang kegagalan masa lalu, maka Koperasi Merah Putih harus tampil sebagai koperasi generasi baru yang profesional, digital, dan inklusif. Profesional berarti koperasi dikelola oleh sumber daya manusia yang benar-benar memahami bisnis dan tata kelola modern, bukan sekadar diisi oleh aparatur desa atau tokoh lokal tanpa kompetensi manajerial.

Digital menandakan keterhubungan koperasi dengan ekosistem teknologi terkini dari marketplace, sistem pembayaran digital, hingga akuntansi berbasis cloud yang transparan dan akuntabel. Sementara itu, inklusif berarti membuka ruang sebesar-besarnya bagi pemuda, perempuan, dan petani milenial untuk menjadi penggerak utama, bukan hanya pelengkap struktur. Koperasi harus menjadi pusat inovasi ekonomi desa, bukan sekadar perpanjangan tangan proyek kementerian yang berumur pendek dan miskin dampak.

Baca Juga :  TPNPB-OPM Klaim Tembak 2 Anggota TNI di Sinak, Papua

Jangan Jadi Janji Musiman Koperasi Merah Putih adalah momentum emas. Tapi peluang hanya berarti jika diiringi eksekusi nyata dan keberanian politik jangka panjang. Jangan sampai 80.000 koperasi itu menjadi kuburan uang rakyat, seperti program-program masa lalu yang berakhir tanpa jejak.

Jika koperasi ini hidup dan berkembang, desa-desa kita bisa bangkit menjadi poros baru perekonomian nasional kuat, mandiri, dan berdaulat.

Jangan sampai koperasi Merah Putih hanya jadi janji manis yang lewat di tengah kampanye. Mari kita kawal bersama agar koperasi benar-benar jadi pilar ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya!

Facebook Comments Box

Berita Terkait

8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Breaking News! Tambang Emas di Bogor Dikabarkan Meledak
Megawati: PDI-P tegas tolak Pilkada dikembalikan ke DPRD, khianati reformasi
Polemik bendera One Piece, ini tanggapan Presiden Prabowo
Gubernur Meki Nawipa Ultimatum ASN Papua Tengah; Harus Disiplin Waktu dan Kerja Nyata di Tahun 2026
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, melalui Plt. Assisten II Setda, menerima dokumen evaluasi terhadap perijinan Perkebunan kelapa sawit dari Pemprov Papua
MENJAGA HUTAN PAPUA DARI EKSPANSI SAWIT
Prabowo ingin tambah lahan sawit di Papua – Siapa yang akan paling dirugikan akibat kebijakan ini?
Berita ini 232 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 14 January 2026 - 14:44 WIT

8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026

Wednesday, 14 January 2026 - 14:28 WIT

Breaking News! Tambang Emas di Bogor Dikabarkan Meledak

Wednesday, 14 January 2026 - 10:56 WIT

Megawati: PDI-P tegas tolak Pilkada dikembalikan ke DPRD, khianati reformasi

Wednesday, 14 January 2026 - 10:45 WIT

Polemik bendera One Piece, ini tanggapan Presiden Prabowo

Sunday, 11 January 2026 - 03:45 WIT

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, melalui Plt. Assisten II Setda, menerima dokumen evaluasi terhadap perijinan Perkebunan kelapa sawit dari Pemprov Papua

Berita Terbaru

Bisnis

8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026

Wednesday, 14 Jan 2026 - 14:44 WIT

Bandung

Breaking News! Tambang Emas di Bogor Dikabarkan Meledak

Wednesday, 14 Jan 2026 - 14:28 WIT

Bendera Jolly Roger berkibar bersama bendera Merah Putih menjelang HUT ke-80 RI di berbagai wilayah di Indonesia. (Foto: Instagram/@pndkindo)

Daerah

Polemik bendera One Piece, ini tanggapan Presiden Prabowo

Wednesday, 14 Jan 2026 - 10:45 WIT

Ko Salin Apa?