Oleh Eki Gobai*)
Setiap insan manusia yang bersia di Bumi ini memiliki bakatnya masing-masing. Bakat tersebut ada yang berkembang dan tidak juga ada. Syukurlah kemapuan baknya yang maju dan berkembang. Terlebih dahulu telusuri kedalam bahwa baktnya yang di miliki oleh setiap manusia ini terlahir dari keseriusan dan mint yang tinggi untuk berkembang dalam kehidupannya.
Ada hal yang menarik bahwa melihat karya anak asli Papua lukisan waja waja Bupati Paniai Yanpit Nawipa A.Md.Tek. Hal menarik itu adalah saat Bupati Paniai mengikuti dalam Kompetisi Pilkada Kabupaten Paniai sebagai mana ada sebuah lukisan wajahnya Bupati Paniai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lukisan itu kemudian diketahui dibuat oleh anak Asli Papua Y Edowai seorang seniman mudah seni rupa asal Deiyai yang sedang mengenyam pendidikan di Jayapura tinggal di Asrama Paniai.
Ia ternyata memang berkeinginan untuk menunjukkan dan memberikan hasil karyanya dari bahan dasar pensil yang melukiskan waja Bupati Paniai. Bupati Paniai Yanpit Nawipa A.Md.Tek mengaku terpukau dengan lukisan itu dan memberi apresiasi kepada seniman anak asli Papua tersebut. Dengan rasa bangga dan decak kagum, Bupati Paniai pun menerima lukisan itu dari Kantor Bupati tepatnya diruanganya. Bupati Paniai juga menceritakan saat dirinya tidak bertemu dengan Edowai saat di Lukisan waja Bupati Paniai tersebut.
Dia (Adik Edowai) sampaikan kepada saya bahwa dia mengumpulkan bahan lukisan itu sudah 2 bulan dan dia tebersit ide untuk membuat karya seni Buapati Paniai. Jadi dia memang sengaja membuat karya dengan menggunakan pensil untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa dapat dikelola menjadi barang-barang yang berguna seperti karya seni Lukisan Wajah Bupati Paniai Yanpit Nawipa. Sebenarnya lukisan itu mau diberi gratis kepada saya, tapi saya memberinya uang sebagai apresasi saya atas karya seninya yang luar biasa itu.
Pada kesempatan yang berbeda, penulis juga berbincang-brebincang terkait hasil karyanya lukisan waja Bupati Paniai tersebut. Pria yang sedang mengenyam pendidikan di Jayapura Universitas Cendrawasih Jayapura, Papua.
Melalui lukisan waja Bupati Paniai Yanpit Nawipa A.Md. Tek itu saya bermaksud menyampaikan pesan bahwa pensil yang tidak berguna itu jika ditangani oleh orang-orang yang tepat (yang memiliki kepedulian yang sungguh terhadap seni lukis, dan dengan cara penanganan yang tepat, maka akan mempunyai nilai yang berguna. Begitu pula dengan kita manusia, apabila kita serahkan hidup kita seutuhnya untuk Tuhan, maka kita akan hidup dan bernilai di mata Tuhan dan manusia. Kita tidak akan mungkin menjadi sampah masyarakat.
Selain orang dan cara penanganan yang tepat, juga sangat penting melalui tempat yang tepat, agar karya-karya lukis yang dilakukan dapat diapresiasi, diberi Bupati Paniai untuk berkreasi dan memberi kesempatan mengembangkan karya-karya yang dilakukan untuk dapat difungsikan bagi saya dan banyak orang.
Dalam hal ini dirinya menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa asal Deiyai yang tinggal di Jayapura Papua. Apresiasiku buat penulis lukisan. dan yang tidak pernah bosan untuk melakukan segala sesuatu bagi seni yang dimilikinya. Bupati Paniai pun berharap ada banyak orang yang memiliki kepedulian terhadap seni lukis yang di miliki oleh anak Negeri Papua.
Bupati Paniai nilai ekonomis dari sebuah karya itu adalah nomor ke seratus, tapi yang menjadi nomor satu adalah melakukan berbagai karya yang bermanfaat bagi saya dan khususnya bagi orang Papua.
Bupati paniai molontarkan bahwa Semoga ada ribuan anak-anak Papua yang lain yang punya Jiwa kepedulian tentang seni lukis. Yang nomor satu itu kitong (kita semua) bikin apapun karya daur ulang pensil untuk seni lukis yang bersih dan nyaman. Kalaupun ada nilai ekonomis yang kita peroleh dari karya kita, itu hanya bonus saja. (Bupati Paniai menuju “Aweta ko Enaagapida”.
Penulis oleh Pemuda dusun yang tinggal di pinggiran danau Gepeku di muara kali Geitogo watiya Wegomanaida. 8 Juli 2025